Fumigasi

Fumigasi merupakan proses pembunuhan hama dengan mengekposnya dengan gas beracun di dalam ruang tertutup yang kedap gas. Fumigan bekerja dalam fase gas, berdifusi sebagai molekul-molekul terpisah sehingga dapat melakukan penetrasi ke dalam bahan yang di fumigasi.

Berbagai jenis fumigan yang pernah digunakan
1. Asam sianida
2. Karbon disulfida
3. Khloropikrin
4. Etilen dioksida
5. Etilen dikhlorida
6. Sulfuryl fluoride
7. Dikhlorvos
8. Metil bromida
9. Fosfin
Fumigan yang umum digunakan saat ini:
1. Metil bromida (CH3Br)
2. Fosfin
Fumigan yang akan segera beredar:
Sulfuryl Fluoride

Metil Bromida (CH3Br)
1. Telah digunakan sejak tahun 1930-an untuk perlakuan
karantina
2. Beraksi cepat dalam membunuh serangga, tungau, nematoda
dan mikroflora, (serangga dapat terbunuh dalam 24 jam)
3. Mampu mempenetrasi komoditas termasuk kayu
4. Tidak merusak dan mewarnai komoditas
5. Tidak korosif dan tidak mudah terbakar
6. Mode of action: merusak membran sel saraf
7. Pada tahun 1992 masuk dalam daftar senyawa perusak ozon
dalam Montreal Protocol dan harus ditarik dari peredaran pada
tahun 2005, untuk negara-negara maju dan tahun 2015 untuk
negara berkembang
8. Ion Bromine menyebabkan O3 (ozon) melepaskan 1 atom
oksigen menjadi O2 dalam aksi yang berulang-ulang

Dosis pemakaian dihitung dengan rumus:
D = SV + MW
D = Dosis pemakaian
S = Dosis ruang (dalam gram)
V = Volume ruang (dalam m3)
M = Dosis bebijian (dalam gram)
W = Berat bebijian (dalam ton)

Sulfuryl Fluoride (SO2F2)
Merek Dagang: Vikane dan Termafume
(Saat ini masih digunakan untuk fumigasi
terhadap serangga perusak kayu pada
furniture dan bangunan, namun akan
dikembangkan)
Vikane mengandung 99.8% sulfuryl fluorida
dan 0.2% inert substances
Sifat-sifat Fisik:
1. Tidak berwarna, tidak berbau, tidak menyebabkan iritasi
pada kulit dan mata pada dosis yang efektif untuk fumigasi
2. Tidak mudah terbakar, tidak korosif, cepat mempenetrasi
substrat.
3. Berat molekul 102.045 g/mol, Titik didih -55.4 oC, Titik
leleh -136 oC, Berat jenis 3.7, Tekanan uap 16 bar pada
20oC).
4. LD50 oral pada tikus 100 mg/kg.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *